Kamis, 04 Mei 2023

Biasan lembayung menapak dimukaku. Menyebar seiring kedipan mata. Hati yang telah menggelepar terkurung jingga. Bosan melihat garis-garis itu. Apakah aku juga akan hanyut? Permainan ini masih berputar mengintari inginku. Mempengaruhi warna agar tersembunyi dibalik ketiak karang hitam yang masih terlihat mengendap. Siap menyerang saat kesadaran terlelap, terus tenggelam dalam nyanyian senyap. Hanya gema menjalar bergetar, bergumam diantara bisikan bintang, berenang dalam warna yang merayu. Tak ada isi yang kupikir akan menghampiriku. Kosong yang penuh dengan gurat. Angkuh dalam kesederhanaan yang tersembunyi. Apakah aku terlalu berlebihan? Saat angin melihat sibakan awan ditengah gersangnya rumput, batupun berbisik padanya lewat kelam warna. Perbedaan antara mereka tidak membuat suatu jarak. Kekakuan akan pribadi yang berlainan arah. Memang perbedaan sulit bersatu. Tak mampu menentang arus yang semakin deras mengalir. Cinta terkadang sebuah keceriaan tapi juga air mata. Penyesalan menyesak dalam lingkaran asmara, mendayu dan memabukkan. Aku tak dapat mengelak dalam hasrat jiwaku yang masih sayup-sayup mendambanya. Kasih ini masih tersisa untuk merangkulnya kembali. Bersama leburan perbedaan yang akan menyeret semua awan. Menghilang dari garis-garis cakrawala. Harapku mengarah untuk membuat lorong kebahagiaan. Tatkala hatinya sebentar mulai kembali menoleh padaku, aku mulai menemukan jiwaku. Menyambut keluguan rasa yang ditujukan untuk cawan cintaku. Perbedaan memaksaku menjadi seorang asing. Cintanya berkelam kabut hitam dan putih. Lembayung asmara! Aku harus memahami ini! Untung aku punya cinta!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Tak lagi mampu melangkah. Dalam samar kulihat ada sedikit cahaya menyembul di balik pintu bercat coklat. Rasa bergemuruh campur aduk tidak ...