Kamis, 04 Mei 2023
Tertegun akan sebuah keindahan yang tergelar didepanku. Diantara syahdunya udara dingin berkabut diujung bukit. Semilir angin menyapu luas wajahku dan menyibak rambut yang bermain-main di atas mata. Terlihat sebuah awan tipis berarak hendak berlari mengejar sang bayu. Sementara di timur, mentari masih engan berpendar. Sinarnya pun masih redup.
Di tempat aku berdiri, tampak hijau rumput tipis tertata menutupi tanah merah basah. Rupanya embun sudah lama melandai di atasnya. Tak terukur bentangannya di kanan dan kiri. Sepanjang jalan setapak nampak bunga-bunga kecil bertahan hidup. Ditengah gempuran serangga-serangga nakal yang hendak menggagahinya.
Gugusan gunung diantara hijaunya bukit basah, masih tertutup kabut yang semakin lama semakin memudar. Kicauan burung masih terlalu muda terdengar memecah kesunyian. Gemericik air sungai dengan riak kecil menambah hangatnya melodi yang tercipta. Tak ada mahakarya seindah ini. Sungguh alamku Indonesia surga dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tak lagi mampu melangkah. Dalam samar kulihat ada sedikit cahaya menyembul di balik pintu bercat coklat. Rasa bergemuruh campur aduk tidak ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar